Jakarta, Aktual.co — Tetua Masyarakat Baduy Daenah mengatakan penegakan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Kita berharap penegakan hukum ditegakkan seadil-adilnya,” kata Daenah di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (26/4).

Selama ini, penegakan hukum pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo cukup baik dengan melaksanakan eksekusi hukuman mati bagi gembong narkoba. Untuk itu, pemerintah diminta tidak gentar menghadapi intervensi dari luar negeri, terkait akan dilaksanakan hukuman mati tahap kedua bagi warga Australia dan Perancis. Perbuatan narkoba tersebut dapat menghancurkan masa depan bangsa sehingga patut dilakukan hukuman mati.

“Kami sebagai masyarakat adat tentu mendukung hukuman mati itu,” katanya.

Ia mengatakan penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai dengan tingkat kesalahan. Pada prinsipnya hukuman itu untuk menciptakan keamanan dan rasa keadilan yang perlu ditegakkan. Masyarakat Baduy mendukung penegakan hukum di Tanah Air guna mewujudkan kemakmuran. Karena itu, pejabat pemerintah, politisi, pengusaha tidak melakukan tindakan melanggar hukum, seperti perbuatan korupsi. Sebab perbuatan korupsi itu dapat membuat rakyat sengsara dan bisa menimbulkan kemiskinan.

“Kami berharap aparat hukum tetap menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu karena Indonesia merupakan negara hukum,” katanya sambil berdiplomasi.

Ia menyebutkan, masyarakat Baduy hidup penuh kedamaian, kenyamanan dan keharmonisan dengan warga lainnya. Selain itu juga warga Baduy hingga kini belum ada tindakan melanggar hukum, diantaranya kejahatan maupun pencurian.

“Kami merasa nyaman hidup dan damai dengan menikmati hasil pertanian, karena penegakan hukum itu cukup baik sehingga tidak ditemukan lagi kerusakan hutan lindung,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka