Jakarta, Aktual.co —Tokoh Forum Pemuda Betawi, Rachmat HS kecam wacana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membuat lokalisasi prostitusi di Jakarta. Gagasan itu dianggapnya merupakan kemunduran dam mencerminkan ketidakmampuan Ahok atasi permasalahan di Jakarta.
Alasan Ahok membuat lokalisasi agar praktik prostitusi terkontrol, juga dianggapnya tidak logis. Sebab untuk mengatasi masalah ketertiban umum, seperti pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang atau awasi mobil pribadi masuk jalur busway saja, Pemprov DKI gagal.
“Apalagi untuk membangun sistem kontrol lokalisasi prostitusi. Apakah Pemda mampu mengawasi tempat-tempat seperti itu?” ujar Rachmat, saat dihubungi Aktual.co, Jakarta, Rabu (29/4).
Selain itu, Rachmat juga yakin keberadaan lokalisasi sudah pasti akan menjadi sarang penyakit sosial, seperti kriminilitas, narkoba dan peredaran miras. “Itu semua satu ‘rezim’ dengan lokalisasi,” ujar dia.
Menanggapi terbongkarnya praktik prostitusi di kos atau apartemen di Jakarta, Rachmat berpendapat permasalahannya ada di ketegasan petugas saja. “Semua tahu, apalagi aparat. cuma permasalahannya mau nggak aparat bertindak tegas menerapkan aturan itu?” ucap dia.
Lanjut Rachmat, aparat diduga lakukan kongkalingkong dengan rumah-rumah kos dan tempat-tempat yang biasa dijadikan praktek prostitusi. Dia juga yakin aparat kelurahan dan kecamatan setempat juga pasti tahu keberlangsungan praktik haram seperti itu di wilayahnya. “Nggak mungkin ngga tau. Pasir aja numpuk di depan rumah saja aparat kelurahan langsung datangi nanya macam-macam, apalagi ada praktik kaya begitu,” ucap dia.
Karena itu, dia menyarankan Ahok benahi dulu aparaturnya, ketimbang lontarkan wacana aneh-aneh. “Dia harus paham ini Jakarta kota metropolitan tapi religius, bukan kota bebas seperti di Eropa.”
Artikel ini ditulis oleh:

















