Ada sekitar 370 Kepala Keluarga (KK) yang masih bertahan di lokasi penggusuran. Mereka juga bahu membahu merapikan musholla sebagai sarana ibadah warga, meskipun di sekitar lokasi masih berdiri dengan kokoh Masjid Luar Batang.

Jakarta, Aktual.com – Tokoh pemuda Betawi, Muhammad Rifky atau akrab disapa Eki Pitung, menyatakan kondisi DKI Jakarta saat ini sudah sangat memprihatinkan. Semuanya dikangkangin oleh satu orang bernama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ini kampung kita, kita harus selamatkan kampung kita, (tetapi) Ahok mau menghancurkan semua itu,” tegasnya dalam Silaturahmi dan Konsolidasi BRAJA dan Gerakan Peci Merah (GPM) bertemakan ‘Jakarta Tanpa Ahok’ di Rumah Amanah Rakyat, Jl Cut Nyak Dien No 5, Jakarta Pusat, Jumat (2/9).

Ia mengungkapkan bagaimana kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, penggusuran demi penggusuran, reklamasi di Pantai Utara Jakarta, pembelian lahan di Cengkareng hingga serangan demi serangan yang dilayangkan Ahok terhadap lembaga negara.

Trade mark yang disematkan ke Ahok yakni sebagai pemimpin anti korupsi, menurutnya berkebalikan dengan kenyataannya di lapangan. Yang ada, Ahok justru melakukan politik balas budi setelah memberikan perizinan pelaksanaan reklamasi di Pantai Utara Jakarta.

“Kemudian kasus kinerjanya. Bagaimana kinerja dia, DPRD dimusuhin, lembaga negara dimusuhin. BPK kan simbol dan lambang negara, (tapi) dikebiri. Ini sudah kacau gara-gara satu orang ini,” jelas Eki Pitung.

Diyakininya, Ahok tidak mungkin berani melakukan itu semua sendirian. Ada orang yang disebutnya memback-up dibelakangnya untuk mengatur sistem kekuasaan melalui sistem politik balas budi.

“Perilakunya juga enggak pantes, omong kasarnya dipertontonkan. Saya khawatir generasi kita akan sama dengan mereka, kan dilegalkan. Seakan-akan perilaku dia itu sah padahal sebuah kebodohan, tidak mendidik anak bangsa,” sambung Eki.

 

*Sumitro

()