Yogyakarta, Aktual.com – Pegiat pendidikan senior kota pelajar, Prof. Zaini Dahlan berpulang ke Rahmatullah pada usia 91 tahun di RS Sardjito Yogyakarta pukul 2 dini hari tadi, Sabtu (14/1).
Jenazah mantan rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta periode 1994-2002 itu ba’da Dzuhur telah diberangkatkan menuju kota kelahirannya Temanggung, Jawa Tengah, untuk disemayamkan.
“Pendekatan yang humanis bercampur nilai-nilai keislaman, itulah yang sangat kentara dari almarhum pak Zaini dalam mengembangkan dunia pendidikan di perguruan tinggi Yogya,” ucap Prof. Mudzakkir, Guru Besar Fakultas Hukum UII.
Semasa kepemimpinan almarhum di UII, Mudzakkir menilai almarhum merupakan sosok yang berkarakter, setiap problem dihadapi secara dingin. “Beliau kalau memimpin itu cool, mungkin karena jiwanya memang begitu,” tambahnya.
Sang Guru, julukan almarhum, yang di akhir masa hidupnya aktif menulis dan berdakwah pernah menjabat juga sebagai rektor UIN Sunan Kalijaga, membantu UGM membuka Jurusan Sastra Arab serta sempat mengepalai Kanwil Depag Provinsi Jabar di tahun ’73.
Pria kelahiran 25 Desember 1926 ini meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Di masa Orde Baru, ia pernah dipenjara 3,5 bulan lantaran dituduh ingin menggagalkan Ganefo, ajang olahraga internasional tandingan Olimpiade bentukan Soekarno.
Salah satu kutipan almarhum Zaini Dahlan yang terkenal adalah: “Setiap manusia diberi kemampuan. Kalau manusia merasa rugi, itu artinya dia berkhianat pada dirinya, pada Tuhannya.”
(Nelson Nafis)
Artikel ini ditulis oleh:
Nelson Nafis
Eka














