Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Dr Joubert Maramis mengatakan pembangunan tol laut akan meningkatkan perekonomian di Kawasan Indonesia Timur. “Dengan tol laut, biaya transportasi ke pulau-pulau di Intim akan semakin kecil sehingga mampu mensejahterakan rakyat dan meningkatkan ekonomi,” kata Joubert di Manado, Senin (16/2).
Joubert mengatakan tol laut adalah sistem logistik nasional berbasis laut yang bertujuan untuk efisiensi biaya bahan kebutuhan pokok di Indonesia bagian Timur dan pulau pulau terpencil di Tanah Air. Dia mengatakan ini juga terkait dengan MP3RI dan poros maritim yang ingin dibangun pemerintahan Jokowi.
“Tol laut pada dasarnya adalah program pemerintah untuk membuat bahan pokok menjadi terjangkau di seluruh Indonesia, yang karena daerah kepulauan maka biaya trasportasi menjadi tinggi, misalnya semen di papua bisa capai ratusan ribu per sak,” jelasnya.
Untuk tol laut inilah maka pemerintah saat ini gencar bangun infrastruktur laut, yang dimulai dengan modernisasi dan pembanguna baru pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, khusnya di kawasan timur Indonesia. Jadi pemerintah ingin membangun sistem logistik nasional berbasis maritim lewat program tol laut.
Logikanya sederhana, katanya, jika sistem logistik nasional kuat maka harga kebutuhan pokok menurun dan industri di daerah meningkat karena biaya transportasi menurun sehingga rakyat dapat sejahtera dan ekonomi di kawasan Timur Indonesia maju. “Namun masalahnya ada pada pembiayaan yang sangat besar untuk bangun infrastruktur tol laut ini, mudah-mudahan program ini tidak kandas di tengah jalan karena kekuarangan pembiayaaan,” jelasnya.
Pemerintah pusat dan Presiden Jokowi harus berpikir keras untuk mencari solusi pembiayaan jangka panjang tol laut tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:

















