Jakarta, Aktual.co — Gagal menarik APTB untuk beroperasi di bawah pengelolaan PT. Transjakarta tak membuat Pemprov DKI bingung kekurangan armada. Selain bulan depan (Juni) pemprov bakal kedatangan bus baru, Pemprov juga mengklaim sudah berhasil menggaet Kopaja dan Kopami tahun ini berada di bawah PT. Transportasi Jakarta.
Dengan Kopaja dan Kopami bergabung, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) optimis Tarif rupiah/kilometer bakal segera terealisasi. “Kalau dari luar kota kan lebih longgar penumpangnya, nah tentu harganya harus beda. Rupiah per kilometernya harus lebih murah kalau di dalam kota sebetulnya,” kata Ahok di Balai Kota, Kamis (14/5).
Namun, mengingat waktu untuk menggunakan anggaran yang terhitung hanya tersisa tujuh bulan, Ahok realistis bahwa sistem rupiah/kilometer baru akan berlaku tahun 2016.
“Iya pengennya gitu, ga keburu kayaknya tahun ini. Beli busnya saja, untuk produksi gak secepat itu. Kita harap 2016 bisa, paling enggak berapa persen dulu,” jelasnya.
Meski begitu, Ahok tetap berharap APTB bakal bergabung dibawah PT Transjakarta saat lelang rupiah/kilometer sudah menemukan harga yang sesuai.
Seperti diketahui, pemprov mengklaim APTB dibawah Organda menolak tawaran tarif rupiah/kilometer tawaran Pemprov sebesar Rp 12,5-14 ribu. Versi pemprov, APTB menginginkan harga Rp 18 ribu untuk setiap kilometernya.
Namun bantahan langsung dilontarkan APTB dan Organda. Menurut Organda, pihaknya tidak pernah ditawari nilai rupiah/kilometer.
Artikel ini ditulis oleh:

















