Jakarta, aktual.com – Anggota DPR RI Komisi III, Ahmad Sahroni sesalkan sikap kepolisian yang menembakkan gas air mata saat menjaga keamanan di pertandingan Arema Vs Persebaya.

“Tragedi besar dalam sejarah olahraga, kenapa musti pakai gas air mata,” tulisnya dalam akun Instagram pribadinya, Minggu (2/10).

Ia menegaskan harus ada tindakan pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Siapapun yang bertindak di lapangan harus diperiksa, harus segera dicopot, siapapun,” tegasnya.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, bermula saat ribuan pendukung Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 3-2. Kemudian, para pemain dan ofisial Persebaya langsung meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari Polri dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta di Jawa Timur.

(Rizky Zulkarnain)