Semarang, Aktual.co — Partai Gerinda rupanya trauma mencalonkan kandidat di luar kader partai pada Pilkada serentak bulan Desember 2015. Kekhawatiran itu dialami ketika pernah mencalonkan Basuki Thahaja Purnama sebagai calon Gubernur DKI Jakarta yang saat itu maju berpasangan dengan Joko Widodo, presiden RI sekarang.
“Kita trauma dikhianati sama Jokowi-Ahok. Maka, kita tak mau kembali mencalonkan kader di luar partai. Pak Prabowo itu sudah membiayai Rp40 miliar untuk Ahok,” ujar ketua Bapilu Partai Gerinda Jateng, Sriyanto Saputera saat ditemui disela-sela pelantikan Panwaslu di Hotel Patrajasa Semarang, Selasa (27/4).
Meski begitu, pihaknya bukan berati tidak mau menerima calon kandidat dari luar kader partai, selama masih ada kader partai yang mampu dan layak memenuhi kriteria calon kepala daerah. Pertimbangan kader sangat realistis, selama tidak memaksakan kemampuan kandat.
“Bisa memilih dari kader di luar partai, asal kader partai tidak layak. Loh kenapa harus dipertahankan dari internal, jika itu tidak mampu,” ujarnya.
Nampaknya, ketakutan itu masih membayangi partainya berlambang kepala rajawali emas yang telah dikhianati oleh Ahok, Gubernur DKI Jakarta.
Saat ini, partainya belum membuka penjaringan bakal kandidat. Hanya saja, masih melakukan konsolidasi internal partai.
Dikabarkan, mantan Sekda Kota Semarang, Soemarmo sudah ada komunikasi mencalonkan kembali calon Wali Kota Semarang dengan memakai kendaraan partai Gerinda. “Kita membuka dengan siapa pun, termasuk Jamal Mirdad sebagai calon Wali Kota Semarang,” ujar dia.
Artikel ini ditulis oleh:

















