Jakarta, Aktual.co — Warga Australia yang ingin berlibur ke Indonesia tidak serta merta membatalkan rencana plesirannya meski Indonesia saat ini sedang mendapat tekanan diplomatik dari Pemerintah Australia terkait rencana eksekusi mati terhadap dua terpidana narkoba asal ‘Negeri Kangguru’ tersebut.
Sydney Morning Herald melaporkan, agen perjalanan, menyatakan bahwa belum ada peningkatan jumlah warga Australia yang membatalkan liburannya ke Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah Australia terus berupaya agar dua warganya bisa lepas dari vonis eksekusi mati yang sudah ditetapkan pemerintah Indonesia. Salah satu upaya adalah dengan mengirim staf Kedutaan menemui pejabat Indonesia di Jakarta untuk melakukan lobi.
Bahkan, kampanye di media sosial dengan hashtag #BoycottBali gencar dilakukan agar warga Australia membatalkan liburannya ke tanah air, menyusul peringatan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop beberapa waktu lalu agar warga Australia mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke Indonesia jika eksekusi (mati) tetap dilakukan.
Namun, kenyataannya berbeda. Hilir mudik warga Australia ke Indonesia tetap berjalan seperti biasa.Maskapai penerbangan Jetstar, yang beroperasi sekitar 50 kali penerbangan ke Bali dalam sepekan, tak memiliki perubahan permintaan penerbangan. Selain itu, pemesanan penerbangan dan akomodasi di situs Iastminute tetap berjalan seperti biasa. (Laporan: Karel Ratulangi).
Artikel ini ditulis oleh:

















