Lumajang, Aktual.co — Aksi kejahatan perampokan disertai kekerasan yang terjadi di Lumajang, Jawa Timur, dalam beberapa bulan terakhir diketahui menggunakan bondet (bom lempar,peledak ikan). 
Hal ini dibuktikan dengan serangkaian kasus perampokan yang terjadi, pelakunya selalu menggunakan bondet untuk melumpuhkan korbannya. 
Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata mengakui kalau di Lumajang rawan dengan aksi kejahatan dengan menggunakan bahan peledak. 
“Makanya, pekan lalu kita mendatangkan tim pelatih dari Brimob Polda Jatim untuk melatih angggota kita dalam penanganan kasus teroris dan atau kejahatan yang diduga menggunakan bahan peledak. Harapannya, tim kita yang sudah terlatih ini bisa menangani sejak dini jika muncul kejahatan tersebut,” kata dia, Senin (8/12).
Seperti yang terjadi di Kecamatan Kunir, pria paruh baya harus rela diamputasi karena kaki kirinya hancur terkena ledakan bondet. Demikian juga di Kecamatan Tempeh, Anwar yang rumahnya dimasuki komplotan perampok harus tergeletak di rumah sakit karena luka parah akibat lemparan bondet. 
Selain itu, Di Kecamatan Klakah, seorang anggota Polsek Klakah harus kehilangan jarinya ketika berusaha mengamankan bondet, saat menggeledah sebuah rumah milik tersangka tindak pidana pencurian dan kekerasan. 
Polres Lumajang yang dibantu Tim Gegana Polda Jatim meringkus Sejumlah tersangka untuk melakukan penyisiran terhadap bahan peledak lainnya yang disembunyikan tersangka.
Sebelumnya, dalam kasus perampokan di Yosowilangun, 4 tersangka ditangkap dan dilakukan penyidikan intensif terkait dengan penemuan bondet dirumahnya. 
Tersangka yang terbukti menyimpan dan memiliki bahan pembuat bom tersebut akan dituntut dengan UU Darurat, dan dijerat pasal berlapis.
Hingga kini kasusnya masih dalam pengembangan dan mencari siapa pembuat bahan peledak bindet tersebut.

()