Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap pongahnya terhadap negara yang bersebrangan dengan kepentinganya dan AS. Trump, yang foto-fotonya muncul dalam serangkain file milik Jeffrey Epstein, mengatakan akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah AS tidak bisa menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Washington DC, aktual.com – Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Kuba dengan menyatakan bahwa pemerintahannya dapat menumbangkan pemerintahan di negara Karibia tersebut setelah konflik dengan Iran selesai.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di Gedung Putih pada Kamis (5/3) dalam acara yang dihadiri tim sepak bola Inter Miami, juara Major League Soccer 2025. Dalam kesempatan itu, ia juga memuji kinerja Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang menurutnya telah melakukan langkah-langkah signifikan terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba.

“Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa,” cetus Presiden AS itu.

Trump menjelaskan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini adalah menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Namun, ia mengisyaratkan bahwa Kuba dapat menjadi agenda berikutnya dalam kebijakan luar negeri Washington.

“Kami pikir kami ingin menyelesaikan yang ini (perang Iran-red) terlebih dahulu, tetapi itu hanya masalah waktu, sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba,” kata Trump kepada hadirin yang sebagian besar berasal dari Miami, termasuk komunitas keturunan Kuba.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa, di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, Trump tengah mempertimbangkan langkah kebijakan luar negeri lain yang signifikan.

Selama ini, Trump dan para sekutunya memang kerap melontarkan tekanan terhadap Havana, termasuk melalui sanksi ekonomi yang diperketat dengan tujuan melemahkan pemerintahan komunis Kuba. Kebijakan “maximum pressure” terhadap Kuba bahkan diperluas sejak 2025 dengan berbagai pembatasan ekonomi dan energi.

Isyarat Trump mengenai Kuba juga muncul setelah ia memuji operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang menurutnya terus “menghancurkan musuh sepenuhnya”.

Sebelumnya, setelah operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, Trump menyatakan bahwa pasokan minyak Venezuela ke Kuba akan dihentikan sepenuhnya. Pasokan tersebut selama ini menjadi salah satu jalur ekonomi penting bagi Kuba yang menghadapi sanksi berat dari Washington.

Trump juga menegaskan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat akan terus digunakan untuk mendukung agenda kebijakan global pemerintahannya.

“Kita telah meraih kesuksesan luar biasa dalam berbagai hal. Saya telah membangun militer dan membangun kembali pada masa jabatan pertama saya, dan kita telah menggunakannya, lebih dari yang saya inginkan, jujur saja, tetapi ketika kita menggunakannya, kita mendapati bahwa itu memang berhasil,” ucapnya soal intervensi militer AS di berbagai kawasan dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain