Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden RI era 1993-1998, Tri Sutrisno mengganggap Indonesia tidak pernah menerapkan sistem pemerintahan secara presidensil maupun parlementer. Meski dalam perjalanannya Indonesia dikatakan menganut kedua sistem tersebut.
“Di Indonesia tak ada sistem presidensil, tidak ada parlementer. Tidak ada,” kata Tri dalam acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’ di XXI Ballroom, Gedung Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Minggu (17/5) malam.
Hal tersebut diutarakan bekas orang nomor dua di era Presiden Soeharto itu bukan tanpa alasan. Tri mengatakan, kedua sistem tersebut keliru jika diterapkan di Indonesia.
Pasalnya, dia berberlandaskan pada Presiden RI pertama Soekarno saat membentuk sistem pemerintahan dan negara. Kata Tri, Soekarno menyatakan tidak mengambil sistem yang berasal dari luar Indonesia.
Sebab, lanjut mantan Jenderal (Purn) TNI itu, bahwa sistem presidensial merupakan sistem di Amerika Serikat, sedangkan parlementer dari negara-negara Eropa, terutama Inggris.
Akhirnya, dipilihlah sistem pemerintahan sendiri. Yaitu sistem Indonesia. “Waktu pendiri negara bentuk sistem pemerintahan negara, Bung Karno bilang jangan sampai kita ambil yang ada di luar. Nyeletuk Pak Kasman dan Pak Hatta, kita sistem Indonesia,” ucap Tri.

Artikel ini ditulis oleh: