Jakarta, Aktual.co —Mantan Wakil Presiden Try Soetrisno sindir kebiasaan ‘jam karet’ yang seperti sudah membudaya di kalangan pejabat Indonesia. 
Tak jauh-jauh, contoh nyata dia sebutkan di pelaksanaan Konferensi Parlemen Asia-Afrika dalam  Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung MPR/DPR/DPD RI. 
“Orang Indonesia kalau mau maju harus tepat waktu. Waktu di KAA, terlambat 30 menit, malu saya,” ujar Try, di acara ‘Empat Pemimpin Bangsa Berbagi Cerita mengenai Ilmu Kepemimpinan, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Prinsip Hidup’, di Jakarta, Minggu (17/5).
Try membandingkan zaman saat dirinya menjabat sebagai Wapres untuk Presiden Soeharto. Kata dia, saat itu tidak ada namanya keterlambatan seperti itu. “Keamanan, protokol, semua siap satu menit sebelum acara. Saya ingatkan beliau orang, Ketua MPR. Jangan terlambat lagi,” ujar dia.
Selain Try, dalam acara yang digagas Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jl MH Thamrin, Jakarta itu, juga dihadiri tiga tokoh lain yakni mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden BJ Habibie dan Presiden pertama Timor-Timor (2002-2007) Xanana Gusmao.

Artikel ini ditulis oleh: