Jakarta, Aktual.co — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan ada tujuh sektor industri yang punya potensi besar untuk pengembangan investasi hijau di masa depan. Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta, Senin (27/4) mengemukakan ketujuh sektor itu yakni pertanian, kehutanan, perikanan, energi panas bumi, industri produk ramah lingkungan, pembangkit listrik dengan energi baru dan terbarukan serta pengolahan limbah.
“Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi langsung di tujuh sektor hijau yang potensial itu mencapai 41 miliar dolar AS,” katanya pada pembukaan “Tropical Landscapes Summit: A Global Investment Opportunity”.
Tak hanya itu, pihaknya juga mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan yang meyakinkan di sepanjang 2010-2014 yakni 23-42 persen untuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dan dalam negeri. “Makanya kami menargetkan paling tidak 100 miliar dolar AS di tujuh sektor tersebut pada 2019. Itu sekitar 20 persen pertumbuhan per tahun,” katanya.
Franky menambahkan ada sejumlah sektor lainnya yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai investasi hijau di masa depan seperti transportasi dan bahkan infrastruktur seperti pelabuhan. “Saya baru saja mengunjungi Teluk Lamong di Jawa Tengah, dan saya begitu terpukau dengan manajemen yang modern karena juga memperhatikan masalah lingkungan dalam operasional sehari-harinya,” katanya.
Kendati potensinya cukup besar, Franky mengatakan setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan investasi hijau di Indonesia. Pertama, masih maraknya penggunaan teknologi lama yang kurang ramah lingkungan. Kedua, besarnya modal yang harus dikeluarkan investor dalam investasi di sektor hijau dan ketiga, insentif dari pemerintah.
“Insentif untuk mendukung investasi hijau masih perlu dikembangkan lebih jauh lagi. Pasalnya investasi hijau ini mahal. Makanya, insentif dari pemerintah ini dibutuhkan agar produk industri hijau bisa bersaing dengan produk konvensional di pasaran,” katanya.
Pemerintah, dalam hal ini BKPM, menggelar Tropical Landscapes Summit: A Global Investment Opportunity di Jakarta, pada 27-28 April 2015 dalam rangka mendorong peningkatan investasi hijau di Indonesia. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama BKPM, Kantor Staf Kepresidenan dan United Nations Office for REDD+ Coordination (UNORCID) dan dihadiri sejumlah investor dan organisasi sipil.
Pertemuan itu diharapkan bisa membuahkan sejumlah strategi dalam meningkatkan investasi namun tetap memperhatikan isu lingkungan.

Artikel ini ditulis oleh: