Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi mengharapkan untuk seleksi calon pengganti Busyro Muqodas dilakukan tahun depan saja, selain serentak dengan empat pimpinan KPK lainya dimana masa jabatanya habis pada Desember 2015, juga untuk efisiensi anggaran.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK pernah menyampaikan keinginan itu melalui surat yang disampaikan secara resmi kepada Presiden Susilo Bambang Ydhoyono, dalam surat itu terdapat dua alasan mengapa pemilihan pimpinan KPK harus dilaksanakan serentak pada 2015.
Yang pertama, kata Johan menimbang soal  efektifitas dari sisi anggaran dan waktu dan kedua, “sebentar lagi yang empat habis, melihat itu bagaimana kalau diundur Desember 2015 agar pemilihannya serentak,” ujar Johan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/11).
“Tapi kemudian surat itu tidak diindahkan kemudian dibentuk Pansel (Panitia Seleksi) lalu kemudian pansel bertemu pimpinan KPK. Pendapat pimpinan masih sama,” terang Johan.
Meskipun demikian kata Johan, saat ini KPK tidak memiliki wewenang memilih calon pengganti Busyro, karena kewenangan sepenuhnya ada di Pemerintah dan DPR.
“Kalau KPK ditanya, KPK tidak menentukan, sekarang tergantung DPR, maunya apa, dipilih silahkan tidak juga silakan,” kata Jubir yang merangkap jabatan sebagai Deputi Pencegahan KPK itu.
“Jika ditanya apa kemauan KPK, pemilihan diundur saja tahun depan,  yang dua sekarang dibarengin dengan nanti yang lain,” tutup Johan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby