Jakarta, Aktual.co — Hanya pengungsi Suriah yang diizinkan melintasi perbatasannya untuk memerangi kelompok IS di kota Kobane Suriah yang berpenduduk mayoritas etnik Kurdi.
Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu mengemukakan kepada wartawan bahwa mereka yang datang dari Suriah dapat pulang untuk berperang  mempertahankan Kobane dan warga-warga asing tidak akan diizinkan melintasi perbatasan itu.
Para petempur Kurdi sedang berusaha mumukul mundur gerak maju para petempur IS (Islamic State) untuk merebut Kobane, dan Turki terus ditekan untuk mwngizinkan pasukan bantuan Kurdi melintasi perbatasan terdekat.
Tetapi Davutoglu mengatakan: “Tidak dapat diterima pernyataan bahwa krisis ini terjadi hanya karena Turki tidak membuka perbatasannya.” “Kami tidak mengizinkan para warga Turki ke Suriah karena kami tidak ingin mereka terlibat dalam konflik di Suriah. Kami sedang berusaha mencegah mereka yang berusaha melakukan itu secara tidak sah,” katanya.
“Kami tidak menginginkan warga Turki terlibat dalam konflik Suriah,” katanya.
Turki tidak mengizinkan para warga Kurdi Turki melintas perbatasan itu untuk ikut bertempur di Kobane, khawatir terjadinya kekuatan tempur Kurdi menumpuk di perbatasan Suriah-Turki.
Pasukan keamanan Turki menghadapi 30 tahun konflik dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang punya hubungan denganPartai Kurdi Suriah, Partai Uni Demokratik (PYD).
Davutoglu mengatakan para pengungsi Suriah “tidak meminta izin untuk datang ke sini dan mereka tidak memerlukanizin kami untuk pulang”. Ia menambahkan bahwa para pengungsi itu tidak ingin pulang.
Pernyataan-peryataan Davutoglu datang setelah Presiden Prancis Francois Hollande Selasa mengatakan Turki “harus membuka perbatasannya” untuk mengizinkan pasukan bantuan memasuki Kobane.
Utusan PBB Staffan Mistura pekan lalu menyeru Turki mengizinkan relawan dan peralatan mereka dapat memasuki Kobane untuk membantu pertahanannya.
“Memang mudah berbicara dari Paris. Apakah mereka tahu tentang apa yang trjadi d lapangan?” kata Davutoglu mengacu bagaimana Turki menangani sekitar 200.000 pengunsgi dari daerah Kabane.
Ia mengatakan sekitar 300 anggota PYD telah meletakkan senjata mereka ketika lari ke Turki”tetapi tidak pulang kendatipun kami mengatakan perbatasan-perbatasan kami terbuka.”Davutoglu juga menolak keras mengizinkan para petempur asing pro-Kurdi melintasi perbatasan Turki untuk berperang di Kobane.
“Haruskah kami membuka perbatsan-perbatasan kami untuk mereka yang datang dari Prancis untuk berperang di Kobane? Bagaimana kami mengawasi perbatasan-perbatasan kami dan para petempur asing jika kami membukanya pada siapapun?” tanyanya.

()