Beranda Internasional Turki Sebut Perang Rusia-Ukraina Ungkap Kerapuhan Distribusi Pangan Dunia

Turki Sebut Perang Rusia-Ukraina Ungkap Kerapuhan Distribusi Pangan Dunia

Seorang tentara Ukraina terlihat dalam posisi siaga tempur di garis depan perang Ukraina-Rusia dekat Bakhmut di Donbas, Ukraina, 5 Juni 2022. ANTARA/REUTERS/GLEB GARANICH

Ankara, aktual.com – Menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan perang Rusia di Ukraina telah mengungkap rapuhnya sistem distribusi pangan di wilayah Kawasan dan dunia.

“Perang di Ukraina merupakan tantangan yang kita hadapi hari ini. Ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya diversifikasi rute dan sumber energi. Perang juga mengungkapkan kerapuhan sistem global pada ketahanan pangan dan energi,” kata Mevlut Cavusoglu dalam pertemuan trilateral Turki-Uzbekistan-Azerbaijan yang melibatkan para menteri luar negeri, perdagangan dan transportasi pada Selasa (2/8) lalu.

Mengutip kesepakatan yang ditengahi Turki antara Rusia dan Ukraina, Cavusoglu menjelaskan ada kesepakatan penurunan harga sekitar 5 persen dalam harga biji-bijian global.

Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani kesepakatan penting pada 22 Juli untuk melanjutkan ekspor biji-bijian melalui pelabuhan Ukraina di Odesa, Chernomorsk dan Yuzhny setelah berbulan-bulan tersumbat karena perang Rusia-Ukraina. Seperti diketahui, perang tersebut saat ini sudah memasuki bulan keenam.

Dilansir dari Anadolu Agency, kesepakatan itu terjadi setelah kesepakatan umum dicapai antara para pemangku kepentingan pada rencana yang dipimpin PBB selama pembicaraan pada 13 Juli untuk membentuk pusat koordinasi di Istanbul untuk melakukan inspeksi bersama di pintu masuk dan keluar pelabuhan, dan memastikan keamanan rute pelayaran.

Untuk mengawasi ekspor biji-bijian Ukraina, pusat koordinasi bersama di Istanbul secara resmi dibuka pada pekan lalu dan terdiri dari perwakilan Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina. Tujuannya untuk memungkinkan rute aman, dengan kapal dagang, bahan makanan komersial dan pupuk dari tiga pelabuhan utama Ukraina di laut Hitam.

Menurut Kementerian Pertahanan Turki, setelah berangkat dari pelabuhan Ukraina Odesa, kapal bermuatan biji-bijian pertama akan berlabuh di lepas pantai Istanbul pada hari Selasa untuk inspeksi bersama sebelum berangkat ke Lebanon.

Dipenuhi dengan jagung, kapal kargo kering berbendera Sierra Leone, Razoni, sedang menuju tujuan akhir pelabuhan Tripoli di Lebanon utara.

(Megel Jekson)