Jakarta, Aktual.co —Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU (K), Dirjen BUK Kemenkes RI mengungkapkan, Kemenkes mendukung semua upaya pencegahan dan promosi kesehatan terutama untuk mencegah berbagai penyakit infeksi akut dan degeneratif kronik.
Seperti diketahui pada kasus infeksi akut yang sering dialami lansia, vaksinasi merupakan ujung tombak pencegahan. Disamping itu, pencegahan penyakit degeneratif kronik juga penting untuk dilakukan utamanya yaitu, untuk mengurangi beban biaya kesehatan yang sangat tinggi yang ditanggung pemerintah akibat penyakit tersebut, antara lain gagal ginjal, kanker dan lain-lain.
Dalam penjelasannya Prof. Akmal juga mengemukakan, pihaknya menyambut positif “Gerakan Vaksinasi Lansia” untuk hidup sehat dan bahagia yang akan dicanangkan pada 31 Mei mendatang.
Sejalan dengan upaya Kemenkes yang saat ini mengedepankan upaya promotif dan preventif, dimana mendukung dan akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal P2PL dan Komite Penilaian Teknologi Kesehatan Kemenkes untuk mendapat gambaran yang komprehensif menyangkut khasiat, efek samping, analisis finansial sebelum menentukan menjadi program nasional.
Pencegahan penyakit menular pada orang dewasa dapat diturunkan risikonya dengan vaksinasi. Bahkan vaksinasi pada usia lanjut tidak hanya menurunkan angka penularan penyakit, namun juga dapat mencegah kematian.
Infeksi penyakit pada usia lanjut lebih sering terjadi dan perjalanan penyakitnya lebih berat sehingga jika tak ditatalaksana dengan baik dapat menimbulkan kematian. Sebagai contoh setiap tahun sekitar 500.000 orang meninggal karena komplikasi influenza dan sebagian besar yang meninggal adalah orang berusia lanjut.
Di kesempatan yang sama, Prof. Samsuridjal mengungkapkan, bahwa dengan melakukan vaksinasi pada usia lanjut, biaya kesehatan yang dikeluarkan untuk penyakit – penyakit infeksi pada usia lanjut serta penyakit penyertanya, juga dapat diturunkan.
“Yang jelas, kami merasa bergembira karena Kementerian Kesehatan sudah semakin memperkuat upaya penyuluhan dan pencegahan penyakit sehingga suasana untuk melakukan pencegahan penyakit melalui vaksinasi menjadi lebih mudah dikenalkan, ” ungkapnya ditemui di kawasan Cikini Jakarta Pusat.
“Jadi jika kita bercermin pada layanan program vaksinasi nasional yang berhasil memanfaatkan layanan kesehatan primer bahkan Posyandu, maka layanan vaksinasi dewasa juga harus tersebar merata dan mudah dijangkau. Kita berharap layanan kesehatan primer juga menyediakan layanan vaksinasi dewasa termasuk vaksinasi untuk manula, ” imbuhnya.
Sekedar informasi, program BPJS yang mendapat sambutan hangat masyarakat diharapkan dapat menjadi pendukung pembiayaan vaksinasi pada usia lanjut.
Untuk itu, diperlukan kajian ekonomi kesehatan seperti telah dilakukan di negera lain. Jika faktor pembiayaan ini dapat disepakati, maka cakupan layanan vaksinasi dewasa termasuk vaksinasi pada usia lanjut akan dapat ditingkatkan dengan cepat.
“Mudah mudahan kerjasama semua pihak dapat mendukung vaksinasi pada usia lanjut di negeri kita,” kata Prof Akmal menutup pembicaraan.
Artikel ini ditulis oleh:















