Jakarta, aktual.com – Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Prof. Dr. Asep Saefuddin melakukan kunjungan ke Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada Selasa (13/1/2025). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian P2MI, Komjen Pol. Dr. Dwiyono, S.I.K., M.Si.

Dalam pertemuan itu, Prof. Asep Saefuddin memperkenalkan UICI sebagai universitas berbasis digital pertama di Indonesia yang diresmikan pada 2021.

Ia menegaskan bahwa UICI hadir dengan misi utama mendemokratisasi pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi digital.

“UICI didirikan untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif. Dengan sistem digital, kami ingin menembus batas geografis dan ekonomi agar siapa pun, termasuk pekerja migran Indonesia, memiliki akses yang setara terhadap pendidikan,” ujar Prof. Asep.

Prof. Asep menjelaskan, UICI menerapkan kurikulum berbasis proyek (project-based curriculum) yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam proyek nyata.

Menurutnya, pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan global, khususnya di bidang digital.

“Kami mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam proyek-proyek riil, termasuk pengembangan infrastruktur dan kompetensi digital. Dengan cara ini, lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengalaman dan keahlian yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Asep menekankan pentingnya pendidikan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya ketika mereka kembali ke Tanah Air.

Ia berharap purna PMI tidak hanya membawa modal ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Harapan kami, ketika para PMI kembali ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa hasil kerja secara materi, tetapi juga gelar sarjana dan kompetensi digital yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kontribusi mereka bagi bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Sekjen Kementerian P2MI Komjen Pol. Dwiyono menyambut baik kunjungan UICI sebagai langkah awal menuju kerja sama strategis. Ia menyatakan bahwa pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyusunan nota kesepahaman (MoU).

“Hari ini kami menerima kunjungan UICI. Ini merupakan langkah besar untuk kerja sama yang akan kami tingkatkan ke MoU, khususnya dalam rangka perlindungan pekerja migran Indonesia,” ujar Dwiyono.

Ia menambahkan, Kementerian P2MI membuka ruang seluas-luasnya bagi UICI untuk berperan dalam peningkatan kapasitas PMI, termasuk memberikan akses pendidikan tinggi berbasis digital.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Asep dan rombongan. Semoga kerja sama ini ke depan semakin memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain