Perdana Menteri Inggris Boris Johnson serta Presiden Finlandia Sauli Niinisto dan hadirin bertepuk tangan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara melalui tautan video, pada pertemuan para pemimpin Pasukan Ekspedisi Gabungan, sebuah koalisi 10 negara bagian yang berfokus pada keamanan di Eropa utara, Lancaster House di London, Inggris, Selasa (15/3/2022). ANTARA FOTO/Justin Tallis/Pool via REUTERS/pras/sad (REUTERS/POOL)

Melbourne, aktual.com – Ukraina melarang semua impor dari Rusia dan menyerukan kepada negara-negara lain untuk mengikuti langkahnya dengan memberlakukan sanksi ekonomi yang lebih keras lagi terhadap Moskow.

“Hari ini secara resmi kami mengumumkan penghentian sepenuhnya perdagangan barang-barang dengan negara agresor,” tulis Menteri Perekonomian Yulia Svyrydenko di laman Facebook miliknya, Sabtu (9/4).

“Mulai saat ini, tidak akan ada lagi produk dari Federasi Rusia yang diimpor ke wilayah negara kami,” katanya.

Rusia adalah salah satu mitra dagang utama Ukraina sebelum perang dengan nilai tahunan sekitar 6 miliar dolar AS (Rp86,22 triliun).

Sejak awal invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari, pertukaran barang dan jasa antara kedua negara bertetangga itu hampir nihil, dan pengumuman pada Sabtu menegaskan kebijakan tersebut menjadi sebuah ketentuan hukum.

“Musuh ini tidak akan bisa lagi menerima dana dari kami karena kami akan terus mengurangi semua potensi yang ada bagi mereka untuk membiayai perang,” kata Svyrydenko.

“Langkah ini bisa dicontoh oleh mitra Barat kami dan mendorong mereka untuk memperkuat sanksi terhadap Rusia, termasuk penerapan embargo energi dan isolasi terhadap semua bank Rusia,” katanya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berulang kali menyerukan Barat untuk memboikot ekspor minyak dan lainnya dari Rusia dan menghentikan semua ekspor ke Rusia sebagai balasan atas invasi militernya.

Negara-negara Barat telah memberlakukan sejumlah langkah untuk mengisolasi Rusia pada tingkat yang belum pernah dialami negara sebesar itu.

Sementara itu pada Sabtu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan akan menjatuhkan lebih banyak sanksi pada Rusia.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)