PM Inggris, Boris Johnson (kiri) , bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan).

Jakarta, Aktual.com – Hadapi Rusia, Zelensky Siap Bertempur Habis-habisan, PM Inggris Bertekad Beri Segala Bantuan.

Ukraina siap untuk pertempuran sengit dengan pasukan Rusia yang berkumpul di timur negara itu.

Hal ini ditegaskan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (9/4) kemarin.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson lantas menawarkan dukungan keuangan dan militer baru selama kunjungan mendadaknya.

Pada pertemuan di Kyiv, Johnson mengatakan kepada Zelensky bahwa Inggris akan menyediakan kendaraan lapis baja dan sistem rudal anti-kapal, bersama dengan dukungan tambahan untuk pinjaman Bank Dunia.

Inggris juga akan terus meningkatkan sanksinya terhadap Rusia dan menjauh dari penggunaan hidrokarbon Rusia.

Dukungan itu bertujuan untuk memastikan bahwa “Ukraina tidak akan pernah bisa diganggu lagi, tidak akan pernah diperas lagi, tidak akan pernah diancam dengan cara yang sama lagi,” kata Johnson.

Johnson adalah pemimpin asing terakhir yang mengunjungi Kyiv setelah pasukan Rusia mundur dari daerah sekitar ibu kota lebih dari seminggu yang lalu.

Sebelumnya pada hari itu, pemimpin Ukraina itu bertemu dengan Kanselir Austria Karl Nehammer di Kyiv.

Dia memperingatkan dalam konferensi pers bersama bahwa sementara ancaman terhadap ibukota telah surut, ancaman itu meningkat di timur.

“Ini akan menjadi pertempuran yang sulit, kami percaya pada pertarungan ini dan kemenangan kami. Kami siap untuk berjuang secara bersamaan dan mencari cara diplomatik untuk mengakhiri perang ini,” kata Zelensky

Negosiator Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan bertemu sampai setelah negara itu mengalahkan Rusia di timur, yang akan memperkuat posisi negosiasinya.

“Kami membayar harga yang sangat tinggi. Tetapi Rusia harus menyingkirkan ilusi kekaisarannya,” katanya, menurut kantor berita Interfax Ukraina.

Sirene serangan udara terdengar di kota-kota di timur Ukraina, yang telah menjadi fokus aksi militer Rusia setelah penarikan dari sekitar Kyiv.

Pejabat Ukraina telah mendesak warga sipil di timur untuk melarikan diri.

Sumber: Reuters

(Arie Saputra)