Aceh Barat, aktual.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Teungku Mahdi Kari mengatakan perbedaan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, merupakan momentum bagi masyarakat Aceh untuk menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jadikan perbedaan hari raya ini sebagai pemersatu bagi kita semua dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” kata Teungku Mahdi Kari di Meulaboh, Aceh Barat, Senin (2/5).

Teungku Mahdi Kari mengatakan perbedaan perayaan Idul Fitri di kalangan masyarakat Aceh adalah hal yang lumrah terjadi, dan merupakan hal yang biasa saja dan tidak perlu menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat Muslim yang merayakan lebaran secara berbeda, masing-masing telah memiliki pegangan dasar yang kuat sesuai dengan ajaran agama Islam yang berdasarkan kepada Al Quran, hadis sahih serta rujukan para ulama.

Ia juga meminta kepada masyarakat Muslim di Aceh Barat agar terus meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan tidak memberi ruang ataupun celah kepada siapapun untuk merusak persatuan umat Islam yang saat ini masih sangat kokoh.

“Jangan biarkan perbedaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini sebagai perpecahan, karena masih banyak pihak di luar sana yang tidak ingin umat Islam bersatu,” kata Teungku Mahdi Kari.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh umat Islam agar terus menjaga silaturahim, persatuan kesatuan bangsa dan Bhinneka Tunggal Ika, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Tengku Mahdi Kari.

Ia juga mengajak masyarakat agar terus berpikir positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, dengan menjalin silaturahim dan berfikir positif maka kehidupan seseorang akan semakin bahagia, tenang dan nyaman.

“Allah Subhanahu Wata’ala tidak melihat rupamu, tapi Allah melihat hatimu yang bersih,” kata Teungku Mahdi Kari.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)