Banjarmasin, Aktual.com – Direktur Eksekutif Bank Indonesia perwakilan Kalsel Imam Subarkah mengatakan pihaknya akan membawa UMKM unggulan Kalsel ke Jepang, sebagai langkah promosi dan menjaring investasi.

“Nanti akan kita ajak UMKM, dipasarkan bukan hanya ke tingkat nasional tapi juga go global,” ujarnya, saat penutupan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kalsel, Minggu (24/7).

Hal tersebut, kata dia, adalah tindak lanjut BI pasca Gernas BBI di Kalsel. Yaitu, promosi melalui penyelenggaraan PAMOR BORNEO (Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor BORNEO), yang direncanakan diselenggarakan di Jepang pada Agustus 2022.

“Semacam promosi produk Kalsel ke masyarakat Jepang, termasuk juga mengundang investasi ke Kalsel,” ujarnya.

Rencana tindak lanjut lainnya dari BI, diantaranya ; pendampingan peningkatan kualitas produk UMKM unggulan dan mendorong terciptanya industri fashion berbasis UMKM Kalsel bekerja sama dengan berbagai pihak fashion designer dan top brand nasional.

Selanjutnya, mendorong pendampingan business matching UMKM Kalsel dengan pasar retail modern dan optimalisasi pemanfaatan e-commerce.

Saat ini, kata Imam, COVID-19 sudah terkendali, setelah sekian lama melambat karena pandemi Gernas BBI adalah momentum kebangkitan ekonomi Kalsel.

“Saya harapkan ini terus berlanjut melalui program program yang bisa menumbuhkan ekonomi” ujarnya lagi.

Perayaan puncak Gernas BBI bertema “Jelajahi Warna-Warni Kalimantan Selatan”, yang diselenggarakan pada 22-24 Juli di Taman Siring 0 KM Banjarmasin itu, hari ini secara resmi ditutup.

Terdapat 67 UMKM unggulan yang dipilih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah provinsi dan Bank Indonesia perwakilan Kalsel dalam Expo UMKM itu.

Selain itu ada 600 UMKM dari 13 kabupaten kota, yang juga ikut mengisi Gernas BBI Kalsel.

Selama tiga hari perayaan, Pemprov Kalsel mencatat ada Rp500 juta transaksi baik online maupun offline.

(Andy Abdul Hamid)