Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka program pemberdayaan UMKM di Jakarta sebagai upaya penguatan ekonomi warga melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan usaha. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi VIII DPR RI dari FPKS, Hidayat Nur Wahid, kembali berkolaborasi menyelenggarakan program pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan memperjuangkan aspirasi konstituen, sekaligus mendorong penguatan ekonomi warga melalui UMKM.

Program pemberdayaan ini menyasar 21 pelaku UMKM yang terseleksi dari 100 pegiat UMKM di daerah pemilihannya, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Para peserta berasal dari beragam bidang usaha, mulai dari kuliner, warung sembako, fesyen, hingga jasa multimedia.

HNW, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa program yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum awal tahun 2026 ini tidak semata memberikan bantuan modal, tetapi dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha para peserta.

“Karenanya, program ini juga menghadirkan pelatihan intensif, bimbingan, pendampingan, hingga penyertaan modal bagi para pelaku UMKM di Jakarta. Ditargetkan setelah kegiatan ini seluruhnya bisa berdaya dan memberdayakan, misalnya dengan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar mereka, dengan target tahun depan masing-masing peserta sudah bisa memberdayakan satu pengusaha UMKM lain,” ujar Hidayat dalam sambutannya di Hotel Gren Alia, Jumat (9/1).

Program Pemberdayaan UMKM Berbasis Pelatihan dan Pendampingan

Pelatihan dilaksanakan secara intensif selama tiga hari dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter usaha masing-masing peserta. Setelah itu, para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan bersama mentor profesional selama empat bulan, baik secara daring maupun luring.

Selain pelatihan dan pendampingan, program ini juga mencakup pengadaan perlengkapan atau peralatan usaha dengan nilai hingga Rp10 juta per orang. Bantuan diberikan dalam bentuk barang secara bertahap, menyesuaikan hasil asesmen, perkembangan usaha, serta tingkat keaktifan peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano