Jakarta, Aktual.co — Meski tak mau menyebutkan siapa saja yang telah disodorkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait sejumlah nama menteri yang diduga diberi tanda merah dan kuning. Namun, Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Benny Susetyo memastikan lembaga tersebut sudah membidik nama menteri yang diberi tanda merah dan kuning.
“KPK tadi tidak mengatakan jumlah, tapi sudah membidiklah orang-orang tertentu yang selama ini jelas-jelas sudah banyak kasus, hanya alat buktinya masih kurang,” kata Romo di Gedung KPK, Senin (3/10).
Maka dari itu, sambung dia terkait dengan nama menteri yang telah diberi tanda merah dan kuning itu harus dipantau terus menerus. Terlebih, kata dia, nantinya KPK akan memberi indikasi-indikasi itu.
“Ya nanti tunggu sajalah. Iya, tapi kan terbukti, KPK juga bisa. jadi kita jangan curiga dulu, beri waktu pada KPK untuk mengusut semua itu,” kata dia.
Ketika ditanya ada kesulitan dalam mengungkap penyebutan nama menteri yang diduga diberi tanda merah dan kuning itu, Romo berpendapat, bahwa KPK terikat dengan etika hukum sebelum mempunyai dua alat bukti yang kuat. “Jadi jangan kita dorong mereka melanggar hukum dong. Lho iya, tetapi kan KPK tidak boleh menjustice orang, karena itu pembunuhan karakter, maka KPK masih menyelidiki mencari alat bukti yg kuat, sampai KPK menginisiasikan,” kata dia.
Meski demikian, dia pun meminta agar masyarakat mempercayakan kinerja KPK dalam menelusuri menteri yang terindikasi diberi cap merah itu. Apalagi, KPK sudah menyatakan, bahwa Presiden dalam hal ini Joko Widodo mau bekerja sama dengan lembaga tersebut.
“Jadi Presiden dan KPK sekarang ada kerjasama memang ingin memberantas korupsi dan serius. Ya tunggu saja itu akan ditindaklanjuti,” kata dia.

(Wisnu)

(Nebby)