Tren melemah rupiah. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini masih berpotensi melanjutkan pelemahannya. Hal ini karena sentiment positif dari dalam negeri di ujung tahun masih minim.

Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di posisi Rp13.551 atau menguat tipis dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.554. Namun tren pelemahan terus terjadi dan hingga 30 menit pertama melemah ke posisi Rp13.559 dan 15 menit kemudian ke posisi Rp13.562.

Menurut analis pasar uang Valbury Asia, Lukman Leong, setelah libur Natal, valuasi rupiah diperkirakan bergerak sideways, kalaupun ada penguatan itu sangat terbatas.

Hal ini karena sentiment yang bisa mengangkat rupiah juga cukup minim. Langkah lembaga pemeringkat Fitch Rating menaikkan peringkat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB, kata dia, menjadi penopang pergerakan rupiah setelah libur panjang.

Tapi sentimen eksternal masih minim karena pasar global masih libur. Volume perdagangan juga berkurang akibat para pelaku pasar sudah mulai berlibur akhir tahun. “Makanya waspadai pelemahan lanjutan rupiah apalagi akan banyaknya aksi profit taking,” ujar dia di Jakarta, Rabu (27/12).

Di samping itu, dia menambahkan, agenda reformasi pajak di negeri Paman Sam sudah tidak lagi dianggap sebagai sentimen yang berpengaruh besar terhadap pergerakan mata uang global oleh para pelaku pasar.

“Saat ini para pelaku pasar sudah bisa mengantisipasi pengesahan undang-undang reformasi pajak AS oleh Presiden Donald Trump. Jadi untuk sementara ini, reformasi pajak lebih berdampak kepada pasar saham lokal AS itu,” jelasnya.

Dengan kondisi pelemahan rupiah seperti itu, Lukman memperkirakan laju support rupiah akan berada di kisaran Rp13.600, sementara laju resisten rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang 13.500.

Busthomi

Artikel ini ditulis oleh: