Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Air Traffic Control (ATC) Simulator Bandara Soekarno Hatta di PT Angkasa Pura II tahun 2004, terus berjalan. Dalam kasus ini, penyidik pidana khusus sudah menetapkan lima orang tersangka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana mengatakan bahwa saat ini penyidik terus mendalami kasus tersebut. Dia juga memastikan proses penyidikan kasus tersebut masih terus berjalan.

“Masih berlangsung, masih jalan,” kata Kapuspenkum Tony Tribagus Spontana, Jakarta, Selasa (4/11).

Tony menilai, pembuktian kasus ini tidak terlalu sulit. Namun yang menjadi kendala penyidik saat ini, lamanya penghitungan kerugian keuangan negara oleh pihak terkait.

“Menurut saya, pembuktiannya itu mudah, mungkin yang lama itu penghitungan kerugian negaranya,” kata Tony.

Sebelumnya, Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua petinggi PT Angkasa Pura II pada 2 Februari 2014 lalu, yakni Yayoen Wahyoe W Kusuma selaku Direktur Tehnik dan Imam Pamudji selaku Vice Presiden of Vacility Quality Assurance.

Penyidik memeriksa kedua petinggi PT Angkasa Pura II ini soal proses awal pengajuan usulan ATC Simulator di PT Angkasa Pura II dan mengenai teknis pemeriksaan terhadap pekerjaan pemeliharaan ATC Simulator, termasuk hal-hal yang mendasari saksi menandatangani berita acara serah terima ATC Simulator.
 
Terkait kasus ini, penyidik telah menetapkan 5 tersangka. Empat dari 5 orang tersangka tersebut adalah pensiunan petinggi PT Angkasa Pura II. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka per 10 Januari 2014, yakni Endar Muda Nasution yang sebelumnya menjabat Inventory Fixed Assed Manager, ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 01/F.2/Fd.1/01/2014.

Kemudian Novaro Martodihardjo, mantan Kasubdit Air Traffic Service dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 02/F.2/Fd.1/01/2014. Selanjutnya, Susianto mantan Manager Electronic Fasility Planing berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 03/F.2/Fd.1/01/2014.

Dan tersangka Sutianto selaku mantan Air Traffic Service Planing and Quality Assurance Manager berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 04/F.2/Fd.1/01/2014.

Adapun satu satu orang tersangka lainnya berasal dari kalangan swasta, yakni Direktur Utama PT Toska Citra Pratama, Reza Gunawan yang ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 05/F.2/Fd.1/01/2014, yang juga tertanggal 10 Januari 2014.

Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik meningkatkan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan karena telah menemukan 2 bukti permulaan yang cukup dugaan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi.

Pekerjaan dan pengadaan ATC Simulator merupakan sarana sangat penting. Selain merupakan peralatan untuk mensimulasikan semua kegiatan yang dilakukan pengendali lalu lintas penerbangan di dalam melakukan tugas pelayanan pengendalian pendaratan (approach) dan perjalanan pesawat (en-route), juga dipergunakan sebagai indikator kompetensi pengetahuan dan kemahiran seluruh pengendalian lalu lintas udara di lingkungan Angkasa Pura, serta alat untuk mengevaluasi prosedur pengendalian lalu lintas penerbangan.

Sayangnya, pengerjaan dan pengadaan proyek tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berakibat tidak dapat dimanfaatkannya ATC Simulator tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp7,4 miliar.

()

(Eka)