Jakarta, Aktual.co — Utusan khusus Tiongkok, Yang Jiechi, akan berdialog dengan pemerintah India, Minggu (22/3) waktu setempat, untuk berdialog dan membuat kemajuan tentang perbatasan Himalaya yang memisahkan kedua negara terbesar di Asia tersebut, sebelum Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Tiongkok.
“Yang Jiechi akan berada di Tiongkok mulai Minggu hingga Selasa (24/3) untuk melakukan 18 sesi dialog terkait perbatasan,” kata Kementerian Luar Negeri India dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.
Kunjungan Yang itu dilakukan atas undangan Penasihat Keamanan Nasional India yang juga sekutu dekat PM Modi, Ajit Doval. Ajit Doval bertanggung jawab atas isu-isu keamanan yang sensitif.
Dialog itu menjadi yang pertama sejak Modi memimpin India. PM nasionalis itu ingin segera menyelesaikan sengketa perbatasan yang telah mengganggu hubungan perdagangan antara kedua negara. Kemajuan dari dialog ini merupakan hal positif yang bisa dibawanya dalam kunjungan ke Beijing pada Mei.
Namun faktanya, penyelesaian sengketa perbatasan yang juga terkait keputusan Inggris di zaman penjajahan tentang Tibet itu tidak sederhana.
Perbedaan pendapat atas perbatasan sepanjang 3.500 kilometer, termasuk wilayah terpencil yang luas, sempat mengakibatkan terjadinya perang yang singkat pada tahun 1962.
Tiongkok sendiri mengklaim wilayah seluas lebih dari 90.000 kilometer persegi di perbatasan Himalaya. India menolak klaim tersebut terutama untuk wilayah perbatasan bagian timur.
Sebagian dari wilayah tersebut masuk dalam negara bagian India Arunachal Pradesh, yang oleh Tiongkok disebut Tibet Selatan.
India mengatakan Tiongkok menduduki wilayahnya seluas 38.000 kilometer persegi di dataran tinggi Aksai Chin, di bagian barat India.
Pada September 2014, tentara kedua negara terlibat konfrontasi di sektor Ladakh, Himalaya bagian barat, tepat ketika Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi India pada pertemuan tingkat tinggi pertama dengan Modi.
Artikel ini ditulis oleh:












