Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum Peradi Sugeng Teguh Santosa menilai, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly mempunyai ketegasan dalam menanggapi isu yang harus melibatkan lembaga tempatnya bernaung.
Dia berpendapat, Menkumham mempunyai sikap tegas untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti wacana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 serta permasalahan yang dialami kepengurusan Partai Golkar.
“Yasonna ini walaupun efeknya apa saja, dia berani bersikap. Soal partai dia tegas bersikap. Kita butuh pemimpin yang tegas,” ujar Sugeng dalam sebuah diskusi dengan tema Remisi dalam Perspektif Penegakan Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Minggu (29/3).
Dia pun membandingkan dengan cara memimpin ketiga Peradi dipegang oleh Otta Hasibuan. Menurutnya, karena ulah Otto Peradi terbelah menjadi tiga faksi.
“Pemimpin peradi itu pengecut, Otto Hasibuan. Itulah sebabnya sekarang Peradi menjadi tiga. Di Munsyawarah Nasional (Munas) itu dia bilang ditunda, tapi peserta masih ada menunggu, Ottonya kabur. Meledaklah peserta dan jadi seperti sekarang, Peradi ada tiga.”
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Menteri yang tercatat sebagai mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, membuat keputusan yang dibilang kontroversial. Dia dengan berani mengesahkan kepengurusan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono.
Bukan hanya itu, Yasonna juga berani melemparkan wacana untuk merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012, khususnya terkait pemberian remisi kepada narapidan korupsi. Hal itu juga membuatnya dicap sebagai pendukung koruptor.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu