Jakarta, Aktual.com – Calon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Denny Indrayana saat ini diketahui berstatus tersangka dugaan tindak pidana korupsi Payment Gateway di Imigrasi Kemenkumham RI.

Status tersangka yang disandang Denny tersebut, saat ia menjabat Wakil Menteri Hukum dan HAM yang diperkarakan pada 2014-2015 lalu.

“Syarat pencalonan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada 2020, yang paling utama diantaranya tidak berstatus terpidana, selain sehat jasmani dan rohani serta bebas dalam penyalahgunaan narkoba,” kata Komisioner KPU Kalsel Koordinator Bidang Teknis, Hatmiati, Selasa (8/9).

Hatmiati menjelaskan, terpidana dimaksud yaitu seseorang yang divonis selama lima tahun atau lebih. Kemudian yang bersangkutan, boleh mencalon apabila dinyatakan bebas, dan setelah lima tahun selesai menjalani masa pidana tersebut.

“Ini terkecuali bagi terpidana mantan narkoba dan bukan mantan terpidana kejahatan seksual terhadap anak,” pungkasnya.

Diketahui, pasangan Denny Indrayana-Difriadi Derajat, didukung lima partai. Adapun lima partai yang mendukungnya ialah Partai Gerindra, Partai Demokrat, PPP, Partai Berkarya, dan Partai Hanura.

Saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, Denny dan pasangannya Difriadi Derajat datang dengan kesenian Hadrah.

Denny-Difriadi serasi mengenakan baju putih beserta para petinggi partai dan pendukungnya yang sebagian ‘emak-emak’. Mereka diiringi kesenian bernuansa Islami tersebut di halaman Kantor KPU Kalsel.(RRI)

(Warto'i)