Jakarta, Aktual.com-Serangan udara dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS), salah sasaran di Suriah. Hal ini menyebabkan 18 milisi Kurdi dan Arab dilaporkan tewas.
Kedua milisi tersebut selama ini diketahui merupakan sekutu utama AS dalam perang menghadapi militan Islamic State (ISIS) di Suriah. Pihak Pentagon pun mengakui salah serang ini pada Kamis 13 April waktu setempat.
Serangan udara pimpinan AS itu menghantam posisi para milisi pada Selasa 11 April setelah mitra lainnya dalam pertempuran telah memberikan informasi yang keliru.
“Mitra kami mengatakan bahwa posisi yang diincar itu diduduki oleh kelompok militan ISIS,” kata Pentagon, seperti dikutip Reuters, Jumat 14 April 2017.
“Lokasi target sebenarnya adalah posisi tempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF),” tambah pernyataan Pentagon.
SDF bertempur dalam pergerakan untuk mengepung serta merebut kota Raqqa, yang disebut-sebut sebagai basis operasi ISIS di Suriah.
Milisi-milisi sekutu telah mendekati wilayah Tabqa yang dikuasai kelompok militan ISIS. Kota tersebut merupakan titik pertempuran hebat, sekitar 40 kilometer sebelah barat Raqqa.
SDF mengatakan pihaknya sedang bekerjasama dengan koalisi untuk menyelidiki insiden salah sasaran itu serta menghindarkan peristiwa serupa
terjadi lagi.
“Di wilayah operasi militer dekat Tabqa dan sebagai dampak dari kesalahan, insiden menyakitkan terjadi. Hingga menghilangkan nyawa beberapa orang,” tegas pernyataan SDF.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















