Jakarta, aktual.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menduga kuat bahwa tumpahan minyak di Kepulauan Seribu berasal dari tumpahan minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang telah mencemari Pantai Karawang.

“Tanggal 20 itu dia (minyak) sudah mulai masuk ke Bekasi, dan tanggal 23 masuk ke Bekasi. Harusnya sudah ke Kepulauan Seribu,” kata pegiat lingkungan hidup Walhi Dwi Sawung saat dihubungi di Jakarta, Rabu (31/7).

Ia memastikan bahwa tumpahan minyak milik Pertamina itu sudah mencapai daerah pantai wisata di Kepulauan Seribu.

“Di Kepulauan Seribu, di hari Sabtu di ujung Pulau Untung Jawa, di sepanjang pantai di sebelah timur,” katanya.

Namun, Pertamina, kata dia, belum meyakini bahwa tumpahan minyak di pulau itu berasal dari tumpahan minyak mereka.

“Karena mereka pikir jangan-jangan itu minyak milik orang lain,” kata dia lebih lanjut.

Karena itu, Pertamina, kata dia, akan memeriksa terlebih dahulu tumpahan minyak yang berada di Kepulauan Seribu.

Pegiat lingkungan hidup itu mengatakan bahwa Walhi sebenarnya sudah meminta kepada pemerintah dan Pertamina untuk memberikan pemodelan sebaran minyak dari tumpahan yang telah mencemari Pantai Karawang.

Namun, Pertamina tidak memberikan pemodelan sebaran minyak tersebut.

“Mereka kan ada pesawat, ada helikopter yang mengudara. Seharusnya bisa kelihatan tumpahan minyaknya sudah sejauh mana. Harusnya memberi informasi, tetapi sampai sekarang belum memberikan informasi itu,” katanya.

Walhi belum menghitung secara pasti kemungkinan jumlah kerugian akibat tumpahan minyak di Kepulauan Seribu.

Tetapi mereka memperkirakan tumpahan tersebut aman mengurangi wisata di pantai yang terdampak.

“Kalau dikalkulasi kerugiannya belum tahu, tapi yang pasti wisatanya akan berkurang karena wisatanya kan pasti akhir pekan nanti yang biasanya ramai. Sementara kami memperkirakan tumpahan itu baru sampai di pantai Sabtu lalu” tuturnya.

Ant.

(Zaenal Arifin)