Pangkalpinang, aktual.com – Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menyalurkan bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada ratusan warga yang terdampak kondisi cuaca buruk.

Bantuan tersebut difokuskan kepada nelayan dan kelompok lanjut usia yang mengalami kesulitan ekonomi akibat musim paceklik dalam beberapa bulan terakhir.

Penyerahan bantuan dilakukan di depan Komplek Rusunawa Ketapang pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah terkait, serta perwakilan Sentra Mulia Jaya Jakarta dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Saparudin menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan respons pemerintah terhadap kondisi sulit yang dihadapi para nelayan selama periode musim paceklik.

“Ini bantuan untuk nelayan karena ada masa paceklik kemarin pada bulan November, Desember, hingga Januari. Kita salurkan bantuan ini kepada nelayan di beberapa wilayah seperti Kelurahan Temberan, Air Itam, dan kelurahan lainnya yang terdampak,” ujar Saparudin kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga paket kebutuhan pokok serta peralatan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.

Beberapa bentuk bantuan yang diberikan antara lain peralatan kerja berupa jaring bagi nelayan, paket kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng, serta paket nutrisi dan makanan tambahan untuk mendukung kesehatan penerima. Nilai bantuan diperkirakan sekitar Rp1.300.000 untuk setiap paket penerima.

Terkait jumlah penerima, Saparudin menyebutkan bahwa terdapat 249 orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang dinyatakan lolos proses verifikasi.

“Data awal sebenarnya mencatat ada lebih dari 400 calon penerima. Namun, setelah dilakukan verifikasi ketat, terpilihlah 249 orang untuk tahap pertama ini,” tambahnya.

Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap bantuan tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek bagi masyarakat pesisir yang terdampak fenomena alam, khususnya pasang tinggi yang menghambat aktivitas melaut.

“Harapannya tentu bisa meringankan beban masyarakat. Situasi setiap tahunnya memang seperti ini, masyarakat terkena dampak pasang tinggi sehingga tidak bisa melaut. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah,” tutup Saparudin.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain