Beranda Bisnis Wamenaker dan Dubes Saudi Saksikan MoU ARCO Company dengan 50 P3MI

Wamenaker dan Dubes Saudi Saksikan MoU ARCO Company dengan 50 P3MI

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ARCO Human Resources Company dengan 50 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Jum’at (30/9) kemarin (IST)

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyaksikan secara langsung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ARCO Human Resources Company dengan 50 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Jum’at (30/9) kemarin. Hadir juga menyaksikan penandatanganan tersebut Duta Besar Saudi Arabia Untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi.

Dalam sambutannya, Afriansyah menyatakan Kementerian Ketenagakerjaan mendukung kerja sama antara ARCO dan Para Pengusaha Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

“Ini sebuah harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk membuktikan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya sebagai pekerja non formal tapi mampu menjadi pekerja formal di segala bidang,” jelas dia.

Lebih jauh, Afriansyah juga mengharapkan perusahaan Indonesia yang melakukan kerjasama untuk dapat memberikan jaminan kualitas dan tenaga kerja yang kompeten di masing-masing bidang sesuai dengan masing masing penempatan.

Ketua Dewan Direksi ARCO, Fahad Saleh Al-Zuba berharap MoU perusahaanya dengan puluhan perusahaan penempatan di Indonesia dapat mempererat kerjasama dalam menyiapkan tenaga kerja.

“Kami berharap dapat memberikan kontribusi pemantapan hubungan kerjasama strategis antara Arab Saudi dan Indonesia di bidang penyediaan lapangan kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia di sektor publik dan swasta di Kerajaan,” jelas Fahad Saleh.

Sementara itu, Direktur PT. Sentosakarya Aditama, Teguh Riyanto sebagai salah satu perusahaan yang melakukan kerjasama dengan ARCO berharap hal ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di kedua negara.

“Kami berharap kerja sama ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kedua belah negara baik Arab Saudi dan Indonesia,” terang Teguh.

(Megel Jekson)