Karawang, Aktual.com – Warga korban banjir di Kecamatan Telukjambe Barat dan Karawang Barat sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan minimnya persediaan air bersih.

“Listrik di daerah ini masih padam. Jadi kita susah dapat air bersih,” kata Asep salah seorang warga korban banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Selasa (15/11).

Dia mengaku rumahnya sudah terendam banjir sejak Senin (14/11) dini hari. Sebelumnya, ketinggian air yang merendam rumahnya itu mencapai sekitar 2 meter.

Atas kondisi tersebut, dia bersama keluarga serta warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selama rumah terendam, aliran listrik padam. Akibatnya, warga korban banjir kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sejak kemarin (14/11), saya belum mandi. Untuk masak juga harus beli air mineral di warung, karena tidak ada persediaan air bersih di lokasi pengungsian.”

Keluhan kesulitan air bersih juga dialami korban banjir lainnya, di Kampung Gempol Rawa, Kelurahan Tanjungpura. Mereka mengeluhkan hal itu karena pemkab belum menyuplai air bersih untuk korban banjir.

“Kalau saat banjir pada tahun-tahun sebelumnya, ada suplai air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Karawang. Tapi sekarang belum ada ketersediaan bersih,” kata Marsa, warga korban banjir di Kampung Gempol.

Dia berharap agar Pemkab Karawang segera menyuplai air bersih ke daerah-daerah pengungsian korban banjir. Sebab air bersih itu dibutuhkan banyak warga korban banjir.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang menyatakan banjir yang terjadi sejak Senin (14/11) dini hari telah melanda 12 desa/kelurahan yang tersebar di lima kecamatan. Di lima kecamatan itu terdapat 5.789 unit rumah yang terendam banjir. Sedangkan korban banjirnya mencapai 13 ribu jiwa, 9 ribu keluarga.

(Wisnu)