Jakarta, Aktual.co —Sejumlah warga Jakarta mengakui masih bingung memilah sampah antara organik dan anorganik sebelum membuang pada tempatnya sebagai dukungan pencanangan Gerakan Pungut Sampah (GPS).
Salah seorang warga M. Abdi, mengaku tidak terlalu paham membedakan sampah organik dan anorganik sehingga ia kerap membuang sampah dengan tidak memikirkan perbedaan jenis dan sifat sampahnya.
“Kalau saya pokoknya buang sampah di tempatnya. Apa itu organik atau anorganik, saya tidak paham betul,” ujarnya ketika ditemui di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (24/11).
Tentang program GPS, bapak dua anak tersebut mengaku sudah mendengar dan sangat mendukungnya demi menjadikan Jakarta bersih dan bebas banjir.
“Efeknya sangat bagus karena meminimalisasi banjir di Jakarta. Kalau bisa program ini dikontrol dan ada pengawasan,” katanya.
Dian, perempuan asal Menteng, mengaku belum mendengar program GPS yang pencanangannya resmi diberlakukan akhir pekan lalu.
“Saya belum dengar program itu. Tapi, kalau tujuannya seperti itu maka wajib didukung,” katanya.
Terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, ia mengaku mengerti perbedaannya, namun kerap tak mempedulikan membuang sampah berdasarkan sifatnya.
“Ya terus terang saya membuangnya tak melihat organik atau anorganik. Pokoknya saya buang sampah di tempatnya,” kata perempuan yang datang bersama rekannya tersebut.
Berbeda dengan Sudirman, warga asal Pasar Baru, yang mengaku belum mendengar program GPS.
“Belum tahu mas. Harus ada sosialisasi lebih dari pemerintah tentang program itu,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencanangkan GPS yang merupakan gerakan massal rutin digelar setiap Jumat pukul 06.30-07.00 WIB.
“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan memiliki kesadaran pribadi, sikap, dan akhirnya menjadi kebiasaan untuk selalu menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujar Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas.
Untuk mendukung kegiatan itu, pihaknya menyediakan kotak sampah dengan tiga warna, yaitu hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk jenis sampah yang tidak termasuk ke dalam dua golongan sampah tersebut.
“Kami harap dengan penyediaan kotak sampah warga DKI juga akan terbiasa untuk memilah sampah sesuai jenisnya sebagai langkah awal dari proses daur ulang sampah,” katanya.
Sekadar diketahui, sampah organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering dan sebagainya yang dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
Sedangkan, sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan lainnya.

(Andy Abdul Hamid)