Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Ahok mengomentari soal penggusuran di Kali Apuran. Para warga yang akan digusur di bantaran kal itu mengakui akan digusur tetapi belum mendapatkan jatah rumah susun. Akibatnya mereka menjadi kebingungan terhadap nasib tempat tinggal mereka pasca digusur.
Ahok beralasan, penggusuran itu harus dilakukan terkait dengan program pengendalian banjir yang gencar dilakukan Pemprov. Terkait dengan rumah susun, ia pun menyalahkan masih ada warga yang mem”booking” unit rusunnya sehingga warga yang terkena penggusuran tidak dapat menempati rusun.
“Makanya kita sikat aja dulu. Kalau ada bencana mau ngungsi gak? Kan ngungsi sehari dua hari gak masalah,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (23/11).
Ia pun menolak dicap sebagai anti orang miskin. Ia mengatakan dirinya justru membela orang miskin karena menyediakan rumah susun bagi warga yang digusur, hanya saja dari pihak warga ada oknum nakal yang suka menyewakan rusun.
“Selama ini, kalo kamu punya 10 rumah, kamu sewain, kamu miskin atau kaya? Yang miskin sekarang enggak pernah dapet rusun, giliran dapet eh dia jual,” ujarnya.
“Sama kaya PKL Monas kan pengen dibangun kios modern. Kalau dijual Rp 300-500 juta, dibeli orang. Kalau gitu kamu pilih mana? Pilih dapet duit kan terus jualan lagi pinggir jalan. Jadi kapan selesainya?,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid