Jakarta, Aktual.co —Warga Kepulauan Seribu mengeluhkan kepadatan pemukiman penduduk yang tidak merata.
Keluhan itu disampaikan salah seorang warga Pulau Panggang, Warno (45), kepada Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi dalam acara Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), di DPRD DKI, Rabu (31/12).
Warno mengatakan saat ini pemukiman di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang sangat padat. Yang bisa mengakibatkan tergerusnya pantai oleh pemukiman.
Padahal, menurut Warno, ada Pulau Pari yang masih memungkinkan dijadikan pemukiman. Namun masyarakat terbentur perizinan untuk membangun pemukiman.
“Kepada pemerintah yang baru kami berharap agar memperhatikan Pulau Pari yang tidak pernah dibangun. Tolong diselesaikan, agar warga bisa tinggal di situ pak,” kata Warno di DPRD DKI Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/12).
Adapun masalah kedua yang dikeluhkannya yakni terkait kurangnya penyerapan tenaga kerja dari warga lokal. Padahal, banyak pengusaha yang masuk ke Kepulauan Seribu yang mendirikan perusahaan di bidang jasa travel ataupun perhotelan.
“Penyerapan nya masih kurang warga banyak yang masih mengandalkan dengan berjualan, jasa ojek kapal, padahal sudah banyak berdiri perusahaan pariwisata,” keluhnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















