Jakarta, Aktual.com – Seorang warga menyerahkan senjata api (senpi) buatan Jerman jenis Mauser beserta 49 butir munisi dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan kepada TNI AD di Markas Kodim 1807/Sorong Selatan (Sorsel), Distrik Wayer, Kabupaten Sorsel, Papua Barat, Rabu (9/6).

Komandan Kodim (Dandim) 1807/Sorsel, Letkol Inf Batara Alex Bulo mengungkapkan, bahwa penyerahan senpi dan munisi itu merupakan kesadaran sendiri dari warga sipil tentang pentingnya menjaga keamanan serta sudah terciptanya situasi yang kondusif di wilayah.

“Upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Kodim 1807/Sorsel melalui kegiatan Binter dan Komsos telah berjalan baik. Terbukti timbul kepercayaan warga terhadap Prajurit dan Satuan TNI, khususnya TNI AD di wilayah Papua Barat ini, dan lebih khususnya lagi kepercayaan terhadap satuan jajaran Kodam XVIII/Kasuari, dalam hal ini Kodim 1807/Sorsel dalam menjaga keamanan dan ketenteraman kehidupan warga masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (13/6).

Alex berjanji akan terus meningkatkan pemahaman, pendekatan dan pembinaan kepada warga masyarakat, utamanya dalam hal tradisi penyerahan mas kawin pernikahan berupa senpi, dan menggantinya dengan penyerahan mas kawin berupa barang yang bisa dimanfaatkan dalam kebutuhan sehari-hari seperti piring, mangkok, kain adat dan sebagainya.

Selain itu, lanjut Alex, pihaknya juga akan semakin meningkatkan upaya persuasif dan pendekatan dari hati kepada warga masyarakat atas kemungkinan adanya warga yang masih menyimpan atau memiliki senpi, agar dengan kesadaran dan sukarela mau menyerahkannya kepada aparat keamanan.

“Sesuai arahan Bapak Pangdam XIII/ Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bahwa kita harus bisa merebut hati dan perasaan masyarakat Papua sehingga kita dicintai rakyat. Selain itu juga tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat, dimana pun kami (Prajurit TNI) berada dan bertugas,” tukasnya.

Sekadar informasi, seorang laki-laki berumur 45 tahun warga Kampung Moswaren Lama, Distrik Moswaren, yang tidak mau disebutkan identitasnya datang ke Kodim 1807/Sorsel.

Selain menyerahkan satu pucuk Mauser, laki-laki tersebut juga menyerahkan sebanyak 49 butir munisi, yakni satu butir munisi kaliber 5,39, 23 butir munisi kaliber 3,17, satu butir munisi senjata Mauser kaliber 9,8, 14 butir munisi senjata api AK kaliber 7,62 dan tiga butir munisi M16A1 kaliber 5,56 serta tujuh butir munisi senjata Stan (Stan Gun) kaliber 7,62.

Senjata Mauser sendiri merupakan senpi peninggalan Perang Dunia II yang masih dimiliki masyarakat Papua Barat. Bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Pegunungan Arfak, senjata Mauser tersebut dijadikan sebagai tradisi mas kawin, sarana pengamanan dan berburu.(RRI)

(Warto'i)