Surabaya, aktual.com – Warga Kota Surabaya, Jawa Timur, diimbau pemerintah kota setempat untuk mewaspadai aksi penculikan anak-anak yang akhir-akhir ini marak terjadi di daerah lain.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christyanto, di Surabaya, Minggu (24/11), mengatakan Wali Kota Surabaya telah memerintahkan kepada para camat dan lurah agar membuat surat edaran yang ditujukan kepada sekolah-sekolah dan masyarakat melalui RW dan RT setempat.

“Surat edaran yang disampaikan para camat dan lurah se-Kota Surabaya untuk mengingatkan warga maupun para guru agar berhati-hati terhadap orang asing yang ingin menjemput anak mereka,” katanya.

Terlebih, lanjut dia, pada saat jam pulang sekolah atau di tengah jam pelajaran. “Kalau yang jemput orangnya tidak kenal jangan dilepas. Harus orang yang biasa jemput,” ujarnya.

Tak hanya orang tua, Eddy berharap pembantu rumah tangga (PRT) juga berhati-hati terhadap orang lain yang ingin menjemput putra-putri majikannya. Jika tidak mengenal orang tersebut, sebaiknya tak diizinkan.

“Misalnya, orangnya mengatakan, kalau dirinya disuruh mamanya. Nah, tolong jangan mudah percaya dengan hal-hal semacam ini,” katanya.

(Zaenal Arifin)