Surabaya, Aktual.co —Peringati Hari Pahlawan, warga Kota Surabaya Jawa Timur gelar Pawai Parade Juang di sepanjang Jalan Tunjungan, Minggu (9/11).
Demi membangkitkan kembali semangat dan kenangan akan pertempuran warga Surabaya melawan tentara sekutu pada 10 November silam, saat pawai berlangsung ikut dihadirkan suara desing peluru, dan ledakan mortir. 
Alhasil suasana perang begitu terasa di jalan Tunjungan Surabaya. Ditambah lagi banyaknya peserta yang menggunakan baju tentara ala jaman dahulu, membuat suasana perayaan semakin meriah. Dari pantauan Aktual.co, peserta pawai langsung disambut warga yang menyaksikan dari pinggir-pinggir jalan dari mulai Monumen Tugu Pahlawan, sampai ke Gedung Grahadi di Jalan Gubernur Suryo. Bahkan tidak sedikit yang melihat dari atap-atap bangunan di sepanjang jalan.
Sampai di depan Hotel Mojopahit yang dulunya bernama Hotel Yamato di Jalan Tunjungan, ribuan peserta rombongan pawai berhenti dan melakukan aksi teaterikal perobekan bendera Belanda berwarna merah putih biru.
Aksi teatrikal ini ternyata membuat para veteran perang yang ikut hadir jadi terharu. Tak sedikit di antara mereka yang ikut dalam pawai menangis terharu mengenang kejadian itu. Apalagi saat perobekan bendera diiringi dengan lagu Indonesia Raya. 
Ribuan warga yang menonton pawai pun sontak ikut juga menyanyikan lagu kebangsaan itu.  
“Di depan hotel ini saya masih ingat benar. Suara-suara peluru dan teriakan Allah Akbar. Saat itu yang saya pikir hanya bagaimana bendera di Belanda itu bisa turun. Sakit rasanya melihat bendera Belanda bisa berkibar,” kenang salah seorang veteran, Moeljono, saat mengikuti pawai dengan kursi rodanya, Minggu (9/11).
Teatrikal bertema “Radio Pemberontak” itu menjadi awal dimulainya Parade Surabaya Juang 2014 yang merupakan rangkaian peringatan Hari Pahlawan.
Sebelumnya, terdengar rekaman suara Bung Tomo dengan suara menggelegar, berpidato membakar semangat arek-arek Suroboyo diikuti suara Ketut Tantri, sahabat Bung Tomo, yang menerjemahkan pidato itu ke dalam bahasa Inggris.

()