NTT, aktual.com – Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tenau Kupang melaporkan adanya bibit siklon 99S terpantau di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.
Bibit Siklon 90S lain juga terpantau di Samudera Hindia barat daya tepatnya berada dekat dengan Pulau Sumatera yang disertai ketinggian gelombang laut di perairan tersebut mencapai empat meter dan kecepatan angin mencapai maksimum 29 knot per jam serta tekanan minimum hingga 997 hPa.
Hal itu disampaikan Guswanto Deputi Bidang Meteorologi BMKG di Kupang Sabtu (3/4/2021). Guswanto menuturkan, intensitas kedua Bibit Siklon Tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.
Lanjutnya, secara tidak langsung keberadaan bibit siklon tersebut dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatkan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Bersamaan dengan fenomena tersebut meningkatnya daya dorong kecepatan angin yang berdampak pada skala ketinggian gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Guswanto menyebutkan, berdasarkan kondisi itu, BMKG memperkirakan terdapat potensi cuaca ekstrim berupa hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia.
Menurutnya, fenomena siklon 99S berpotensi hujan lebat terjadi di empat provinsi yakni Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk NTT dan NTB juga dilanda angin kencang.
“Berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak untuk potensi Banjir Bandang dalam periode hingga tiga hari ke depan dengan kategori ‘siaga’ berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur,” kata Guswanto dalam keterangan tertulisnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Tatap Redaksi















