Rupiah (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, Aktual.com — Mengawali pekan ini, kurs rupiah pada pembukaan Senin (21/3) pagi berada di posisi Rp13.165/USD atau melemah 49 poin dari penutupan sebelumnya.

Mata uang rupaih yang selama ini perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pada perdagangan hari ini bisa saja berpotensi terjadi pembalikan arah melemah.

Pasalnya, kalau pun kembali terjadi kenaikan itu masih terbatas. Untuk itu, pelaku pasar diminta cermati sentimen yang ada.

“Penguatan terbatas itu lebih disebabkan imbas aksi profit taking memanfaatkan euphoria pelemahan USD yang akan berlanjut hingga pekan depan,” tegas analis dari PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, dalam daily analysis-nya, Senin (21/3).

Kendati penguatan itu masih bersifat terbatas, namun pihaknya tetap berharap penguatan itu dapat kembali berlanjut. Karena peluang kenaikan seharusnya masih mungkin, mengingat laju USD dalam tren pelemahannya.

“Sehingga, pada perdagangan hari ini support rupiah diprediksi di level 13.175 serta resisten 13.162. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” kata dia.

Untuk itu, ia tetap optimis dengan adanya asumsi data-data yang sudah dan akan dirilis dapat direspon baik pelaku pasar.

Apalagi didukung fundamental ekonomi Indonesia yang mulai pulih, harga komoditas dunia yang terus menguat, serta Bank Indonesia (BI) yang kembali memangkas tingkat suku bunganya di level 6,75%.

Akan tetapi, jika tidak terjadi penguatan rupiah, maka perlu diwaspadai potensi pembalikan arah. Sehingga rupiah kemungkinan bisa lebih melemah di level support Rp13.179 serta resisten Rp13.168.

“Karena terbatasnya penguatan rupiah itu belum dapat memberikan arahan yang jelas terhadap laju rupiah,” ingatnya.

Artikel ini ditulis oleh: