Sampit, Aktual.com – Tak hanya peredaran uang palsu, warga patut pula mewaspadai peredaran tiket palsu selama arus mudik lebaran ini, khususnya untuk kapal laut yang menjadi angkutan paling diminati pemudik.

“Kami meminta semua harus tetap waspada kemungkinan beredarnya tiket ‘siluman’, meski katanya sistem distribusi tiket diperketat dengan cara sistem online. Tapi yang namanya penjahat, apapun mereka lakukan untuk mendapatkan keuntungan,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Muhammad Shaleh di Sampit, Sabtu (27/6).

Potensi terjadinya kecurangan, di antaranya dengan membuat tiket palsu, cukup besar. Selain lonjakan pemudik, pengetatan jumlah maksimal penumpang yang hanya diperbolehkan sesuai kapasitas kapal, dipastikan akan membuat calon penumpang berebut untuk mendapatkan tiket tiap kali keberangkatan kapal karena jumlahnya terbatas.

Kondisi ini rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk memalsukan tiket jika tidak ada pengawasan ketat dari petugas. Semua pihak juga diminta tidak memberi toleransi jika ada oknum tertentu yang memasukkan penumpang tanpa tiket ke kapal.

“Saat musim arus mudik seperti sekarang ini, bukan cuma aturan yang jadi pegangan, tetapi juga pengawasan menjadi sangat penting. Jangan malah nanti ada yang bermain di pelabuhan sehingga ada penumpang yang bisa masuk tanpa melalui prosedur yang seharusnya,” tegas Shaleh.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit memperkirakan, pemudik tahun ini naik sekitar 3,24 persen. Tahun lalu jumlah penumpang yang naik sebanyak 29.119 orang, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai 30.000 orang lebih.

Ada dua perusahaan pelayaran yang melayani angkutan laut di Pelabuhan Sampit yaitu PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Dharma Lautan Utama. Rute yang dilayani yaitu Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

PT Pelni yakin terobosan baru yang mereka lakukan mampu mencegah aksi kecurangan, khususnya pemalsuan tiket.

“Dengan bentuk tiket, sistem penjualan dan pengawasan yang ketat, saya yakin peluang praktik percaloan dan upaya pemalsuan tiket bisa kita cegah. Ini salah satu antisipasi kami menghadapi musim arus mudik lebaran,” kata Kepala PT Pelni Cabang Sampit Lamson Ompusunggu.

Bentuk tiket terbaru hanya satu lembar atau single ticket, berbeda dengan sebelumnya terdiri dari empat lembar. Selain itu, tiket berupa hasil cetak komputer jika ada yang ditulis tangan maka dipastikan palsu.

Penjualan tiket dilakukan dengan sistem online yang pelayanannya melalui kantor PT Pelni serta enam travel perjalanan yang bermitra dengan Pelni. Tiket yang disediakan sesuai jumlah kapasitas kapal milik Pelni yang berangkat yaitu berkisar antara 1.300 hingga 1.527 penumpang.

(Ant)

()