Sejumlah pekerja berjalan di mulut sumur gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) di Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (12/5). Pertamina EP Cepu (PEPC) merencanakan akan memproduksikan lapangan gas setempat sebesar 315 juta standar kaki kubik per hari, mulai Oktober 2018. ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo/foc/16.

Surabaya, Aktual.com – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) membantah adanya kabar rektrutmen tenaga kerja oleh perusahaan tersebut, sebab pemberitahuan lowongan kerja akan disampaikan secara resmi melalui media massa atau laman/situs resmi perusahaan.

Public Government Affairs & Relation (PGA & Relation) Manager PT Pertamina EP Cepu, Kunadi, dalam keterangan persnya yang diterima di Surabaya mengatakan PEPC tidak pernah melakukan proses rekrutmen kepada calon tenaga kerja dengan penawaran jabatan/posisi.

Dikatakannya, jika membutuhkan tenaga kerja baru, maka rekrutmen akan dilakukan dengan mengumumkannya secara terbuka melalui media massa atau melalui situs resmi yang ditentukan oleh Perusahaan.

Saat ini, kata dia, PEPC berkoordinasi yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek yang berjalan.

“Sebelumnya, kabar itu dilakukan oknum PT Prambanan dan telah berjalan beberapa bulan, dengan modus operandi, para korban yang berjumlah beberapa orang dijanjikan untuk menjadi pekerja PEPC dengan posisi yang berbeda,” katanya.

Atas laporan itu, Kunadi sudah bekerja sama dengan Polres Bojonegoro, serta sebagian pelaku telah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan/pengembangan di Polres setempat.

“Para korban biasanya diminta untuk menyerahkan sejumlah uang, kemudian langsung ditempatkan di Bojonegoro. Namun, pada faktanya mereka hanya ditempatkan di rumah kontrakan,” tuturnya.

Penipuan seperti itu, kata dia, kerap kali terjadi apalagi PEPC memiliki proyek pengembangan gas Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) sehingga memancing segelintir orang maupun kelompok memanfaatkan momentum itu untuk mendapatkan uang dengan jalan menipu Calon Tenaga Kerja.

“Mereka menjaring lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia melalui modus mengirimkan surat ke alamat tempat tinggal maupun alamat surat elektronik pribadi (email),” katanya.

Kunadi menjelaskan, PEPC saat melakukan pemberitahuan akan dikirimkan melalui surat elektronik resmi dari PEPC, bukan melalui surat elektronik seperti hotmail, yahoo, gmail, dan lain sebagainya.

“Oleh karena itu kami minta untuk waspada terhadap informasi dari alamat yang bukan alamat kantor atau email resmi PEPC, misalnya email dari yahoo.com, gmail.com. Baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang meminta sejumlah uang,” tuturnya.

Kunadi berharap tidak akan ada korban penipuan calon tenaga kerja lagi pada masa yang akan datang, dan PEPC akan memberikan pengumuman pada papan informasi di desa-Dldesa sekitar area proyek JTB dan dibeberapa instansi Kabupaten Bojonegoro.

ANT