Jakarta, Aktual.co — Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Fahrurrozi meminta para petani lebih selektif membeli pupuk untuk mengantisipasi digunakannya pupuk palsu.

“Kami sudah memberikan sosialisasi dan imbauan melalui kelompok-kelompok tani untuk mengantisipasinya agar tidak merugikan petani,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/2).

Pernyataan itu dikemukakannya menyusul beredarnya pupuk palsu yang dikhawatirkan jika digunakan akan menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik.

Ia mengatakan, dalam sosialisasi tersebut pihaknya mengingatkan kelompok tani untuk memastikan apakah pupuk yang dibeli itu asli atau palsu, petani harus melihat dulu dari bentuk fisik seperti kemasan, label, dan warna.

“Jika ada perbedaan terhadap ciri fisik pupuk, apalagi mendapatkan harga yang lebih murah, sebaiknya dilaporkan dulu ke kami, dan jangan buru-buru dibeli,” ujarnya.

Menurut dia, selama belum ada sosialisasi terhadap perubahan kondisi fisik maupun warna pupuk dari pemerintah, petani harus tetap mengacu membeli pupuk seperti yang biasa digunakan.

“Biasanya jika ada perubahan terhadap kondisi pupuk, seperti kemasan, warna dan perubahan lainnya, pemerintah terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi,” katanya.

Fahrurrozi mengatakan, untuk dapat memastikan apakah pupuk yang dibeli petani itu asli atau palsu harus dilakuan uji laboratorium langsung terhadap pupuk tersebut.

“Sejauh ini memang kami belum menerima laporan dari petani yang terbukti membeli pupuk palsu. Namun harus tetap diantisipasi, karena informasinya ada ditemukan di daerah luar Kota Mataram,” katanya.

Namun demikian, pihaknya terus melakukan upaya antisipasi dengan melakukan pengawasan terhadap para distibutor pupuk di daerah ini, sekaligus mengatasi kelangkaan pupuk.

Diberitakan sebelumnya, petani di NTB risau dengan beredarnya pupuk palsu karena dikhawatirkan jika digunakan akan menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik.

“Ada ketakutan dari petani karena tanaman mereka tidak bisa berpoduksi kalau pupuk yang digunakan ternyata palsu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Endang Khairuddin.

Menurut dia, peredaran pupuk palsu sudah terbukti dengan terungkapnya sejumlah kasus di beberapa kabupaten oleh aparat Kepolisian Daerah (Polda)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka