Padang, Ajtjal.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatera Barat mencatat terjadi 14 kali gempa yang berpusat di Mentawai sejak Kamis (27/7) hingga Jumat (27/7) dengan kekuatan 4,2 Skala Richter hingga 2,9 Skala Richter.

“Gempa Mentawai ini disebabkan oleh Zona Subduksi dangkal atau yang disebut sebagai ‘Megathrust Subduction Sumatera’,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang Mamuri saat dihubungi dari Padang, Jumat (27/7).

Ia menjelaskan gempa berpusat di jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia yang memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara.

Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yangnon vulkanik meliput Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano.

Menurutnya Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan lebh kurang 50-60 milimeter per tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Antara