Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bergerak melemah pasca menyentuh level tertingginya. Hal tersebut disebabkan oleh positifnya laju bursa saham Eropa, Amerika Serikat, serta saham Asia yang dibarengi terapresiasinya Rupiah.
“Namun disahkannya R-APBN 2015 yang menurut kami belum tentu akan dapat terpenuhi jika melihat pencapaian sepanjang 2014, sehingga kurang dapat memberikan tambahan sentiment positif,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.
Pada perdagangan Selasa (16/2) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.295-5.310 dan resisten 5.375-5.388. Menurutnya, pelemahan yang cukup besar seiring maraknya aksi “profit taking” membuat tren kenaikan IHSG terganggu.
“Melihat sentimen yang ada dan kemungkinan masih naiknya volume jual maka akan membuat peluang kenaikan terganggu. Kami berharap jikapun terjadi pelemahan maka dapat lebih terbatas,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















