Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham (IHSG) kemarin bergerak variatif cenderung tertekan seiring kembalinya aksi profit taking. Sepanjang intraday perdagangan pergerakan IHSG cenderung medatar atau sideways.

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada mengatakan  marakna penguatan harga saham konsumer dan saham properti tidak mampu pelemahan IHSG.

“Maraknya penguatan harga saham-saham konsumer seiring penilaian akan murahnya bahan baku produksi karena turunnya sejumlah harga komoditi yang diiringi penguatan saham properti dan didominasi oleh saham-saham properti kelas menengah serta saham konstruksi, tidak mampu menahan pelemahan IHSG,” tulis Reza dalam risetnya yang diterima Aktual, Rabu (5/11).

Pada perdagangan Rabu (5/11) Reza memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.055-5.078 dan resisten 5.098-5.112. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.096-5.115) dan berada di target support (5.055-5.075). Laju IHSG bergerak turun, namun masih terdapat daya beli untuk menahan pelemahan yang terjadi.

“IHSG membutuhkan konfirmasi sentimen untuk dapat bergerak rebound. Diharapkan sentimen global dan terutama sentimen rilis GDP Indonesia dapat lebih baik dari perkiraan kami sehingga tidak menambah derita IHSG,” pungkasnya.

()

(Eka)