Jakarta, Aktual.co — Hawa positif yang ada di Asia turut mempengaruhi laju Rupiah yang mampu mengalami kenaikan mesti tipis. Di sisi lain, penguatan Rupiah ini sejalan dengan berhasilnya Pemerintah mengadakan lelang SUN (Surat Utang Negara).
“Sebanyak 4 seri dengan nilai total penawaran yang masuk Rp40,23 triliun dan berhasil diserap Rp16 triliun,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.
Lebih lanjut dikatakan dia, penguatan Rupiah juga ditopang menguatnya Euro seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap Grexit pasca PM terpilih. Selain itu, rilis penguatan indeks manufaktur di beberapa kawasan di Zona Eropa juga mempengaruhi penguatan Rupiah.
Pada Rabu (4/2) Rupiah diprediksikan Reza berada di atas target level resisten 12.695, yakni Rp12.651-12.640 (kurs tengah BI). Menurutnya, masih ada peluang bagi Rupiah untuk dapat melanjutkan penguatannya.
“Namun demikian, tetap cermati potensi perubahan yang ada,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














